Archive for Februari 2016

Perilaku organisasi merupakan sebuah studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi.

Perilaku organisasi adalah sebuah bidang studi, berarti bahwa PO adalah sebuah bidang keahlian khusus yang mempunyai pokok ilmu pengetahuan yang umum. PO mengajarkan tiga factor penentu perilaku dalam organisasi meliputi : Individu, Kelompok dan Struktur.

Dalam penelitian dikenal dengan variabel dependen dan independent. Begitu juga dengan PO. Variabel dependen adalah factor utama yang ingin dijelaskan atau diprediksikan dan dipengaruhi oleh factor-faktor lain. Beberapa variabel dependen dalam PO meliputi : produktivitas, absensi, turnover, dan kepuasan kerja. Lalu ditambahkan dua variabel lain yaitu perilaku menyimpang di tempat kerja dan perilaku kewarganegaraan organisasional (organizational citizenship behavior).

Produktivitas.
Suatu organisasi dikatakan produktif bila mencapai tujuan-tujuannya dan melakukannya dengan cara mengubah masukan menjadi hasil dengan biaya serendah mugkin. Menurut Bernardin dan Russke (1993), produktivitas dapat diartikan sebagai tingkat perbandingan antara keluaran (output) dengan masukan (input). John Suprihanto (1994:19) mendefinisikan produktivitas sebagai perbandingan hasil-hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan atau perbandingan jumlah produksi (output) dengan sumber daya yang dipergunakan (input).

Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas antara lain :
1)       Individual. Faktor ini datang dari dalam diri si  pekerja dan sudah ada sebelum ia mulai bekerja. Faktor diri tersebut antara lain : karakteristik biografi, kepribadian dan emosi, nilai-nilai dan sikap, persepsi, motivasi, pembelajaran individual, dan kemampuan.
2)       Kelompok. Faktor ini merupakan faktor level kelompok seperti komunikasi, konflik, kekuatan dan politik, tim kerja, struktur kelompok, kepemimpinan dan kepercayaan, dan pembuatan keputusan kelompok.
3)       Organisasi. Faktor ini datang dari luar si pekerja dan hampir sepenuhnya dapat diatur dan diubah oleh pimpinan perusahaan sehingga disebut juga faktor-faktor manajemen, yang antara lain : (a) Faktor sosial dan keorganisasian seperti karakteristik perusahan, pendidikan dan latihan, pengawasan, pengupahan dan lingkungan sosial. (b) Faktor fisik antara lain mesin, peralatan, material, lingkungan kerja, metode kerja.

Mangkir
Absenteeism didefinisikan sebagai ketidakhadiran di kantor tanpa izin. Mangkir merupakan kerugian dan gangguan yang sangat besar bagi pemberi kerja. Tingginya angka ketidakhadiran merugikan perusahaan karena perusahaan tetap mengeluarkan uang untuk membayar gaji pegawai, tetapi di sisi lain pegawai tidak memberikan kontribusi apapun pada saat absen. Dengan demikian, semakin banyak waktu absen yang diambil seorang pegawai, maka semakin berkurang produktivitas kerjanya.
Beberapa penyebab absenteeism menurut Streers dan Rhodes adalah :
  1. Situasi kerja seperti wilayah pekerjaan, level pekerjaan, penekanan terhadap kelompok, norma kelompok kerja, gaya pemimpin, hubungan antar karyawan, dan kesempatan untuk maju.
  2. Nilai-nilai karyawan dan harapan kerja
  3. Karakteristik personal meliputi pendidikan, pengalaman, umur, sex dan family size
  4. Kepuasan pada situasi kerja
  5. Tekanan untuk hadir meliputi kondisi ekonomi dan pasar, sistem insentif, norma kelompok kerja, etika kerja personal dan komitmen organisasi.
  6. Motivasi kehadiran
  7. Kemampuan untuk hadir meliputi sakit dan kecelakaan, tanggung jawab keluarga, dan problem transportasi.
  8. Kehadiran karyawan.
Delapan faktor ini merupakan sebuah model konseptual yang didasarkan pada 104 studi tentang ketidakhadiran (Steers dan Rhodes, 1978; dalam Usmara, 2003:51).
Lihat : Handbook of Organizations, Kajian dan Teori Organisasi, editor Usmara, Penerbit Amara Books, Yogyakarta.

Turnover
Perputaran karyawan adalah pengunduran diri secara permanen secara sukarela maupun tidak sukarela dari suatu organisasi. Menurut Mueller (2003: hal 2-5), ada beberapa aspek yang bisa dipakai sebagi prediktor dari turnover. Yakni:
  • Alternatif –alternatif yang ada di luar organisasi (External alternatives.). Dikarenakan adanya kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi di saat mereka memiliki tempat yang menjadi tujuan, maka literatur lebih menekankan pada persepsi mengenai alternatif eksternal sebagai prediktor dari turnover organisasional.
  • Alternatif-alternatif yang ada di dalam organisasi (Internal alternatives). Menurut Cable dan Turban (2001) dalam Mueller (2003:hal 2-3) bagi banyak karyawan, minat dan ketertarikan pada pekerjaan tidak hanya semata didasarkan pada posisi yang tersedia namun juga konteks organisasi secara keseluruhan. Salah satu konteks organisasional yang penting tersedianya adalah alternatif di dalam organisasi tersebut. Ketersediaan dan kualitas pekerjaan yang bisa diacapai dalam organisasi bisa digunakan sebagai indeks utilitas dari turnover disamping persepsi terhadap alternatif eksternal. Karyawan tidak akan melakukan turnover dari organisasi jika ia merasa bahwa ia bisa atau mempunyai kesempatan untuk pindah (internal transfer) ke pekerjaan lain, di organisasi yang sama yang dianggapnya lebih baik.
  • Harga /nilai dari perubahan kerja ( Cost of job change) Individu meninggalkan organisasi seringkali dikarenakan tersedianya alternatif-alternatif yang mendorong mereka untuk keluar dari organisasi. Namun ada faktor lain yang membuat individu memilih untuk tetap bertahan, yakni faktor keterikatan (Embeddedness. Individu yang merasa terikat dengan organisasi cenderung untuk tetap bertahan di organisasi.  Keterikatan menunjukkan pada kesulitan yang dihadap oleh individu untuk berpindah / mengubah pekerjaan, meski ia mengetahui adanya alternatif yang lebih baik di luar. Salah satu faktor yang meningkatkan harga dari turnover adalah asuransi kesehatan dan benefit-benefit yang didapat dari organisasi (misal pensiun dan bonus-bonus). Hubungan finansial ini juga berkaitan erat dengan komitmen kontinuans (continuance commitment), yaitu kesadaran karyawan bahwa turnover membutuhkan biaya (Meyer & Allen, 1997) dalam Mueller (2003: hal 4-5)
  • Kejadian-kejadian kritis (Critical Events). Menurut Beachs (1990) dalam Mueller (2003:10-13), kebanyakan orang jarang memutuskan apakah mereka tetap bertahan di pekerjaan yang ada ataupun tidak, dan tetap mempertahankan pekerjaan yang sama sebagai fungsi dari suatu pilihan dibanding suatu kebiasaan. Kejadian-kejadian kritis, memberikan kejutan yang cukup kuat bagi sistem kognitif individu untuk menilai ulang kembali situasi yang dihadapi dan melakukan tindakan nyata. Contoh dari kejadian-kejadian kritis diantaranya adalah perkawinan, perceraian, sakit atau kematian dari pasangan, kelahiran anak, kejadian yang berkaitan dengan pekerjaan seperti diabaikan dalam hal promosi, menerima tawaran yang lebih menjanjikan atau mendengar tentang kesempatan kerja yang lain. Semua kejadan-kejadian tersebut bisa meningkatkan atau menurunkan kecenderungan seseorang untuk turnover, karena setiap kejadian bisa disikapi secara berbeda antara individu yang satu dengan yang lain.
Tercakup di dalam kejadian-kejadian kritis adalah :
  1. Kejadian yang berulang (continuation events)
  2. Kejadian yang bersifat netral (neutral events)
  3. Kejadian yang tidak berulang (discontinuation events)
Lihat : Mueller ,John Dwight Kammeyer. 2003. Turnover Processes in a Temporal Context:It’s About Time.


REFERENCE

Hendryadi Basrah

 https://teorionline.wordpress.com/jurnal-penelitian-research-journal/my-articles/

My articles

Artikel yang diupload disini adalah bentuk rangkuman dari berbagai litelature / buku yang saya punya. (masih dalam perbaikan…)
Rangkuman Teori / Litelature Review
Tutorial
Rancangan Acak Lengkap dengan SPSS. Download
Tutorial LISREL CFA Kasus 1
Tutorial LISREL CFA Kasus 2
Second Order Kasus Komitmen Organisasi
Personal Artikel di Academia.edu
Kepemimpinan Yang Karismatik. View | Download
Kepemimpinan Kontijensi Fiedler : View | Download
Kepepemimpinan Situasional Hersey dan Blanchard : View | Download
Kepemimpinan Transaksional : View | Download
Kepemimpinan Transformasional : View | Download
Kepemimpinan Jalur Tujuan : View | Download
Research Methods
Metode Pengumpulan Data : View | Download
Populasi dan Sampel : View | Download
Validitas Isi (Content Validity : View | Download
Tutorial Statistik
LISREL Confirmatory Factor Analysis Chapter 1 : View | Download
LISREL Confirmatory Factor Analysis Chapter 2 : View | Download
SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas : View | Download
Ujicoba Kuesioner Locus of Control ViewHasil Ujicoba | Download

Perilaku Organisasi

Posted by : Banana Harajuku
Minggu, 14 Februari 2016
0 Comments
Pendahuluan

Menurut Miftah Thoha minat untuk mempelajari perilaku manusia itu sebenarnya bisa ditelusuri dari awal periode sejarah. Spekulasi tentang fisik manusia ini misalnya dapat dijumpai lewat buah karya filosof  Yunani, Plato. Filosof ini kerap membicarakan mengenai jiwa manusia dibagi tiga bagian, yaitu:
  1. Philosofic, yang merupakan suatu alat untuk mencapai ilmu pengetahuan dan pengertian,
  2. Spirited, yaitu suatu aspek dari jiwa manusia yang berusaha untuk mencari kekuasaan dan ambisi,
  3. Appetite, yaitu keinginan untuk memenuhi selera, seperti : makan, minum, seks, dll. Plato percaya bahwa salah satu dari tiga bagian ini bisa mendominasi tingkah laku manusia, dan karena itu ia menggolongkan manusia atas tiga tipe :
  1. Filosofis,
  2. Ambisius,
  3. dan pecinta keberuntungan (lovers of gain).
Walaupun minat Plato dalam perilaku manusia itu ditekankan pada filosofinya, namun analisisnya memberikan pengaruh besar terhadap organisasi politik.
Bidang ilmu perilaku organisasi yang sudah dikembangkan sejak lama, nampaknya akhir-akhir ini mulai dirasakan kepentingannya. Ilmu perilaku organisasi ini dikembangkan dengan pusat perhatiannya pada perilaku individu-individu yang bekerja dalam suatu organisasi tertentu, sehingga kerangka dasar bidang pengetahuan ini didukung paling sedikit oleh dua komponen, yaitu : individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku individu itu.

Penempatan kembali manusia sebagai salah satu unsur yang amat penting dalam organisasi adalah orientasi dasar dari ilmu perilaku organisasi. Ini berarti bahwa birokrasi hendaknya senantiasa sadar bahwa diantara dimensi pokok dalam organisasi tidaklah bisa memberikan penekanan kepada dimensi yang lain sehingga menelantarkan dimensi manusia. Jika birokrat dalam bekerja hanya menekankan dimensi teknis dan dimensi konsep dan tidak mengindahkan dimensi manusia sebagai dimensi ketiga maka akan menimbulkan suatu iklim bekerja yang kurang sehat dan tidak respektif terhadap faktor pendukung utama dari organisasi, yakni manusia. Ilmu perilaku manusia mengurangi sikap birokrat yang tidak respektif tersebut dengan manarik sebagai pandangannya terpusat pada perilaku manusia itu sendiri.

Untuk lebih jelasnya dalam bab ini akan dibahas mengenai pokok-pokok bahasan sebagai berikut:
  1. Pengertian ilmu perilaku organisasi
  2. Kerangka dasar konsep perilaku organisasi
  3. Ruang lingkup ilmu perilaku organisasi
  4. Kontribusi berbagai disiplin ilmu pada bidang ilmu perilaku organisasi
  5. Model penelitian perilaku organisasi

A.   Pengertian Ilmu Perilaku Organisasi
 Ada tiga bidang ilmu yang bahasan/kajiannya hampir sama dengan kajian yang ada pada perilaku organisasi (organizational behavior), yaitu :
  1. Teori organisasi/Organizational Theory (OT),
  2. Pengembangan organisasi/Organizational Development (OD), dan
  3. Manajemen sumber daya manusia (personnel/human resources).
Sebelum membahas lebih mendalam mengenai bidang ilmu perilaku organisasi, perlu dikemukan bahwa ada beberapa bidang ilmu lainnya yang hampir sama dengan bidang ilmu perilaku organisasi. Oleh karena itu bahasan perilaku organisasi seringkali tumpang tindih dengan bahasan bidang ilmu lain yang mirip itu. Pada dasarnya ada tiga bidang ilmu yang hampir sama, yaitu : teori organisasi (organizational theory), pengembangan organisasi (organizational development), dan manajemen sumber daya manusia (personnel/human resources).
Untuk melihat hubungan ke empat disiplin ilmu tersebut, Fred Luthans menggambarkan hubungan tersebut sebagai berikut :
  • Bidang ilmu OB (Organizational Behavior), kajiannya bersifat teoritis sedangkan ruang lingkup bahasannya bersifat mikro.
  • Bidang ilmu OT (Orgaizational Theory), kajiannya bersifat teoritis sedangkan ruang lingkup bahasannya bersifat makro.
  • Bidang ilmu P/HR (Personnel/Human Resources), kajiannya bersifat aplikasi/terapan sedangkan ruang lingkup bahasannya bersifat mikro.
  • Bidang ilmu OD (Organizational Development), kajiannya bersifat aplikasi/terapan, sedangkan ruang lingkup bahasannya bersifat makro. 
Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi).
Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.
Beberapa definisi dikemukakan oleh para ahli mengenai PO, diantaranya :

Stephen P. Robbins, menyatakan :
Perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perseorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.

Gibson, Ivancevich, Donnelly, menyatakan :
Perilaku organisasi merupakan bidang studi yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin ilmu guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, kapasitas pembelajar individu, dan tindakan-tindakan saat bekerja dalam kelompok dan didalam organisasi secara keseluruhan ; menganalisis akibat lingkungan eksternal terhadap organisasi dan sumber dayanya, misi, sasaran dan strategi.

Joe Kelly, menyatakan :
Perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari sifat-sifat organisasi, termasuk bagaimana organisasi di bentuk, tumbuh, dan berkembang.

Adam Indrawijaya, menyatakan :
Perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari aspek yang berkaitan dengan tindakan manusia, baik aspek pengaruh anggota terhadap organisasi maupun pengaruh organisasi terhadap anggota.

Drs. Sutrisna Hari, menyatakan :
Perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari dinamika organisasi sebagai hasil interaksi dari sifat khusus (karakteristik) anggota dan pengaruh lingkungan.

B.   Kerangka Dasar Konsep Perilaku Organisasi
Kerangka dasar pada perilaku organisasi adalah terletak pada dua komponen yaitu individu-individu yang berperilaku, baik itu perilaku secara individu, perilaku kelompok, dan perilaku organisasi.
Komponen yang kedua adalah organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu. Yaitu sebagai sarana bagi individu dalam bermasyarakat ditandai dengan keterlibatannya pada suatu organisasi. Dan menjalankan perannya dalam organisasi tersebut.

C.   Ruang Lingkup Ilmu Perilaku Organisasi
Ruang lingkup perilaku organisasi pada dasarnya mempelajari 3 determinan, yaitu :
1. Perorangan (individu)
2. Kelompok
3. Struktur (organisasi).

D.   Kontribusi Berbagai Disiplin Ilmu pada Bidang Ilmu Perilaku Organisasi
Perilaku Organisasi merupakan ilmu perilaku terapan yang dibangun dengan dukungan sejumlah disiplin perilaku. Bidang-bidang yang menonjol adalah psikologi, sosiologi, psikologi sosial, antropologi, dan ilmu politik.
  • Psikologi
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan kadang mengubah perilaku manusia. Contoh topik bahasan : psikologi pembelajaran, teori kepribadian, psikolog konseling, serta psikolog industri dan organisasi.
  • Sosiologi
Sosiologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari sistem sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka. Psikologi memfokuskan perhatian pada individu, sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungannya dengan manusia sesamanya. Contoh topik bahasan : dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teori dan struktur organisasi formal, teknologi organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuasaan, konflik, dan perilaku antar kelompok.
  • Psikologi Sosial
Psikologi sosial adalah suatu bidang ilmu dalam psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep psikologi dan sosiologi. Contoh topik bahasan: pola-pola komunikasi, cara-cara kegiatan kelompok yang dapat memuaskan kebutuhan individu, proses pengambilan keputusan kelompok.
  • Antropologi
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat-masyarakat dalam rangka untuk mempelajari manusia dan kegiatan mereka. Contoh topik bahasan : pemahaman dalam bidang budaya organisasi, lingkungan organisasi, beda antara budaya nasional.
  • Ilmu Politik
Ilmu politik Adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik. Contoh topik bahasan : penstrukturan konflik, alokasi kekuasaan, bagaimana orang memanupilasi kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri.

E.    Model Penelitian Perilaku Organisasi 
  • Varibel bergantung/variabel dependen (Y), antara lain :
  1. Produktivitas kerja (ukuran kinerja yang mencakup keefektifan/pencapaian tujuan dan efisiensi/rasio dari keluaran efektif terhadap masukan yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu),
  2. Kemangkiran (gagal melapor),
  3. Keluar masuknya karyawan/Labor Turn Over (LTO),
  4. Kepuasan kerja.
  • Varibel bebas/variabel independen (X), antara lain :
  1. Variabel tingkat individu : ciri-ciri biografis, kepribadian, nilai (value) dan sikap, kemampuan, dll.
  2. Variabel tingkat kelompok : pola komunikasi, kepemimpinan, konflik, dll.
  3. Variabel tingkat sistem organisasi : desain dan proses kerja, seleksi, pelatihan, penilaian kinerja, budaya kerja, stres kerja, dll.
Dalam penelitian, peneliti biasanya membuat model yang menggambarakan bagaimana variabel beroperasi. Model pada dasarnya merupakan abstraksi dari realita/penyederhanaan dari suatu realita. Misalnya: model regresi linier : Y = a + b (X).

Y merupakan variabel dependen PO, yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen (X). Contoh variabel dependen dalam PO : produktivitas, mangkir, kepuasan kerja, dll. Contoh variabel independen dalam PO : ciri-ciri biografis, kepemimpinan, budaya kerja dan stres kerja.

Penutup

Dalam hidup yang kita jalani tidak lepas dari interaksi atau hubungan-hubungan dengan antar individu untuk mencapai tujuan dasar hidup kita, dan hal tersebut merupakan salah satu tujuan individu masuk dalam organisasi, adapun kegiatan-kegiatan di dalam organisasi dan peranan kita di organisasi tersebut, dalam upaya mempertahankan dan memajukan organisasi dengan aktivitas-aktivitas yang disertai interaksi antar individu dengan keanekaragaman yang unik merupakan suatu perilaku individu dalam organisasi.

Bidang ilmu perilaku organisasi berupaya untuk menyelidiki dan mengungkapkan dampak-dampak yang akan ditimbulkan oleh individu, kelompok maupun struktur (organisasi) terhadap prestasi organisasi, seperti : produktivitas kerja, efektivitas organisasi.

Bidang ilmu perilaku organisasi sifatnya teoritis untuk menemukan metode dan prinsip-prinsip dasar dalam rangka untuk mengungkapkan kemungkinankemungkinan/ kecenderungan-kecenderungan perilaku individu, kelompok maupun struktur (organisasi) yang akan menguntungkan atau merugikan pencapaian tujuan/prestasi organisasi.

Dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi, bidang ilmu perilaku organisasi dibantu oleh bidang ilmu lainnya, diantaranya : psikologi, psikologi sosial, sosiologi, antropogi dan ilmu politik.



MENYUSUN STANDAR KINERJA KARYAWAN


Untuk menetapkan tingkat kinerja karyawan, dibutuhkan penilaian kinerja. Penilaian kinerja yang adil membutuhkan standar. Patokan yang dapat digunakan sebagai perbandingan terhadap kinerja antar karyawan. Menurut Simamora (2004), semakin jelas standar kinerjanya, makin akurat tingkat penilaian kinerjanya.

Masalahnya, baik para penyelia maupun karyawan tidak seluruhnya mengerti apa yang seharusnya mereka kerjakan. Karena bisajadi, standar kinerja tersebut belum pernah disusun.Oleh karena itu, langkah pertama adalah meninjau standar kinerja yang ada dan menyusun standar yang baru jika diperlukan.

Banyak hal yang dapat diukur untuk menentukan kinerja. Banyak literatur, menyebutkan bahwa kinerja merupakan keterkaitan unsur motivasi, kemampuan individu, serta faktor organisasi, yang menghasilkan perilaku.

Perilaku (behavior) merupakan proses cara seseorang mengerjakan sesuatu. Perilaku merupakan sebuah unsur yang menjadi pusat perbedaan manusia antar individu. Dalam pekerjaan, dapat dibayangkan jika tanpa perilaku, pasti tidak akan ada produksi yang dihasilkan. Perilaku merupakan kata kunci, sebab dalam pekerjaan sangat banyak perilaku yang muncul yang menyebabkan sebuah hasil tertentu. Perilaku dapat diobservasi yang memungkinkan kita dapat membetulkan, menjumlah dan menilai dan selanjutnya kita dapat mengelolanya.

Apa yang akan terjadi, jika seorang manajer menaruh perhatiannya hanya pada pengelolaan hasil saja? Tidak akan selalu efektif, karena perilaku merupakan bagian dari keseluruhan proses dan hasil itu adalah keluaran dari perilaku.

Perilaku yang tepat akan membuahkan hasil yang merefleksikan gabungan upaya banyak individu. Perilaku mencerminkan usaha seseorang untuk melakukan sesuatu. Sementara itu, karakteristik individu menunjukkan penyebab perilaku.

Standar kinerja
Minimal sebuah standar kinerja, harus berisi dua jenis informasi dasar tentang apa yang harus dilakukan dan seberapa baik harus melakukannya. Standar kinerja merupakan identifikasi tugas pekerjaan, kewajiban, dan elemen kritis yang menggambarkan apa yang harus dilakukan. Standar kinerja terfokus pada seberapa baik tugas akan dilaksanakan.

Agar berdaya guna, setiap standar/kriteria harus dinyatakan secara cukup jelas sehingga manajer dan bawahan atau kelompok kerja mengetahui apa yang diharapkan dan apakah telah tercapai atau tidak. Standar haruslah dinyatakan secara tertulis dalam upaya menggambarkan kinerja yang sungguh-sungguh memuaskan untuk tugas yang kritis maupun yang tidak kritis.

Hal ini dikarenakan bahwa tugas pekerjaan dan standar kinerja saling berkaitan, adalah praktik yang lazim mengembangkannya pada waktu yang bersamaan. Apapun metode analisis pekerjaan yang digunakan haruslah memperhitungkan aspek kuantitatif kinerja. Lebih lanjut, setiap standar harus menunjuk pada aspek spesifik pekerjaan.

Tampaknya lebih mudah mengukur kinerja terhadap standar yang dapat digambarkan dalam istilah kuantitatif. Sungguhpun demikian, pekerjaan manajerial memiliki sebuah komponen tambahan. Yaitu, disamping hasil yang merefleksiksn kinerja manajer itu sendiri, hasil yang lainya mencerminkan kinerja unit organisasional yang menjadi tanggung jawab manajer bersangkutan.

Dari beberapa literatur yang saya baca, kemudian saya gabung-gabungkan dengan pengalaman melakukan penyusunan standar kinerja di sebuah unit/instalasi di Rumah Sakit, saya berikan contoh lembar penilaian kinerja. Semoga dapat menjadi inspirasi.

UNSUR PENILAIAN KINERJA HASIL PENILAIAN
Rendah Sedang Tinggi

KARAKTERISTIK INDIVIDU

Keahlian
Pengetahuan kerja
Kepemilikan sertifikat/ijin keahlian

Kemampuan
Kekuatan fisik
Koordinasi anggota badan dlm bekerja
Kemandirian

Kebutuhan
Hasrat untuk berhasil
Kebutuhan sosial

Sikap
Kejujuran
Loyalitas
Kreativitas
Kepemimpinan

PERILAKU
Pelaksanaan tugas pokok
(berdasarkan identifikasi dan elemen kritis pekerjaan)

Menjelaskan produk kepada calon pembeli
Menjual produk
Melakukan pengepakan dan pengiriman
Menanggapi komplain dan keluhan
Mematuhi perintah
Melaporkan masalah
Merawat perlengkapan
Membuat catatan pekerjaan
Mengikuti peraturan
Hadir secara teratur
Memberi saran

HASIL

Jenis/kuantitas Produk
Nilai jual Produk
Tingkat Produksi
Pelanggan yang dilayani
Kualitas Produksi


Efektivitas penggunaan bahan
Efektivitas penggunaan alat
Tingkat keselamatan kerja
Kepatuhan terhadap prosedur
Kepuasan pelanggan


Daftar Referensi
Robbin, Stephen P. (2003). Organizational Behavior, Thent Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc. alih bahasa: Molan, Benyamin. (2006). Perilaku Organisasi. Jakarta: Gramedia.
Anonim. Perilaku Organisasi: Wikipedia Search. [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/perilaku_organisasi?wasRedirected=true [13 September 2010].
Setiya, B. (2009). Perilaku Organisasi. [Online]. Tersedia: http://setiya21.wordpress.com/2009/12/17/perilaku-organisasi/ [13 September 2010].
https://cokroaminoto.wordpress.com/2007

Konsep Dasar Perilaku Organisasi Dan Membangun Standar kinerja Staff

Posted by : Banana Harajuku 0 Comments
Ibarat ada gula disitu ada semut. Persis dimana ada keramain disitu ada perdagangan. Iya gelar lapak. Sebab keramain selalu memancing keuntungan. Fenomena ini kerap disebut dengan pasar kaget. Pasar kaget sering dianggap alternative belanja yang tak terduga bagi sebagian orang.Orang tak perlu mencari barang atau warung untuk mendapatkan sesuatu.Sebab pasar kaget adalah penjual menghampiri pembeli. karena pasar keget juga memiliki banyak varian produk yang beragam tentunya murah, dan bisa di tawar.

Kali ini ane mau share buat agan-agan yg pengen belajar memulai berdagang, bisnis, usaha sendiri. terutama via pasar kaget. Ini berdasarkan dari pengalaman ane secara langsung. Kenapa pasar kaget? karena pasar kaget bersifat musiman, dengan biaya lapak yag terjangkau, apes2nya kalo ampe gak laku ya gak rugi2 amat. Beda ama pasar atau toko permanen yag biasanya harus sewa minimal 1 bulan dengan biaya sewa yang cukup lumayan, buat pemula.

Pasar Kaget biasanya terisi pedagang pedagang yang sudah jadi member tetap. Jadi gak bisa langsung dateng & ujug2 gelar lapak di TKP.

berikut langkah- langkah dagang di pasar kaget ala nubie:
1. Bangun pagi abis sholat subuh ke TKP : Karena abis subuh pasar kaget mulai bergejolak, tapai masih belum semua pedagang yang datang. 
2. Urus perijinan : Perijinan di pasar pasar kaget bersifat non formal tapi di kelola dengan jelas dan tetap oleh sekelompok orang. pertama tama coba tanya pedagang sekitar, tapi ini jarang membantu karena pedagang juga tidak memiliki kewenangan, lebih baik tanya ke tukang parkir, karena tukang parkir biasanya kenal langsung dengan pengelola. atau cari aja yang "berwajah agak sedikit garang", karena mereka biasanya salah satu pengelola hehehehe.. Nah setelah itu pinter-pinter aja kita nego. jelasin barang dagangan kita apa dsb. Biasanya kita akan diarahkan ke lapak-lapak kosong yang penghuninya lagi absen.
3. Mulai deh Gelar dagangan : Tata rapih n keep smile jangan lupa doa n dzikir selalu biar dagangan laris manis hihihi.
4. Biaya Sewa lapak : biaya sewa biasanya antara Rp. 10.000,- sampai 20.000,- tergantung besar kecilnya pasar kaget dan fasilitas yag di dapat.

Nah kurang lebih itu trik jualan di pasar kaget, moga bermanfaat untuk agan semua, ikutan ngeceng lapak ala kadarnya ane di pasar kaget Tegalega Bandung 

Tips Jitu Keberhasilan Ngelapak di Pasar Kaget

Pilih lokasi yang ramai baik dari pagi sampai malam hari
Pilihlah tempat strategis. Jangan asal menempati. Pilih tempat  yang potensi massa (calon pembelinya) terus ramai atau lalu lantang tiada henti. Jualanmu semakin dekat dengan pembeli maka kemungkinan laku, tinggi. Oleh karena itu, maka kamu perlu survey tempat terlebih dahulu.

Lihat target calon pembeli yang akan disasar agar kamu bisa mengetahui barang apa yang layak dan tepat dijual
Setelah survey tempat, saatnya kamu survey calon pembeli. Sesuaikan dengan jenis acara maupun orang yang akan datang kelokasi tersebut. Semisal acaranya wisuda, maka kamu perlu menjual aksesoris untuk diberikan kepada wisudawan, bunga, bonekawisuda, ucapan selamat dan lain sebagainya.

Cari pemasok barang yang murah agar kamu dapat memiliki keuntungan 2-4 kali lipat
Logika para pembeli saat pasar kaget adalah barang yang dijual murah. Maka kecenderungan membelinya karena harga murah. Bagi mereka kualitas sering kali ditanggalkan asal murah. Sehingga jika kamu mempunyai barang yang sama dengan barang yang ada dipasar tetapi kamu berani mematok harga dibawahnya, maka dijamin jualanmu akan larismanis dan kamu tetap meraup keuntungan.

Cari jejaring usaha yang dapat menampung produk kamu jika tidak laku terjual, atau pilih produk yang bisa kamu return
Namanya juga usaha, tidak mungkin untung terus dan tak mungkin pula rugi terus. Maka kamu juga perlu mempersiapkan bagaimana memperlakukan barang kamu jika tidak laku. Agar tidakrugi ,maka kamu cari jejaring yang bisa menerima barangmu berapapun. Atau juallah barang yang bisa di return. Ini penting mengingat pasar kaget sifatnya temporal tidak menetap.

Buatlah tampilan produk kamu semenarik mungkin.Buat pembeda yang mencolok pada tempat usaha sehingga menarik konsumen datang dan mudah mengingat
Dalam dunia marketing, penampilan adalah nomer satu.Yang  penting orang itu mau menghampiri dan melihat produk jualanmu. Selebihnya tergantung cara kamu menawarkan. Karena dengan calon pembeli bisa menghampiri lapakmu sebenarnya ia sudah memiliki ketertarikan sendiri terhadap jualanmu, meski pada akhirnya tidak membeli.

Jika berjualan di pasar kaget pada malam hari, maka kamu perlu menggunakan penerangan yang cukup
Ini penting, karena pada dasarnya orang menyukai kegermalapan. Ketika lapak kamu terlihat terang secara tidak langsung itu sudah termasuk strategi promosi untuk menyedot calon pembeli.

Sedapat mungkin kamu melakukan komunikasi yang baik, efektif, rendah hati dan atraktif
Jadilah penjual yang cerdas pembeli, ada pembeli yang suka biacara, ada yang Cuma diam tanpa kata. Nah, kedua tipe pembeli itu harus kamu perlalukan berbeda. Jika yang banyak Tanya maka jawablah dengan seadanya. Tapi kalau pembeli yang diam, kamu justru harus membiarkan dia karena dia tipe orang yang tidak banyak bicara. Semakin kamu ceriwis maka dia akan pergi.

Siapkan uang receh untuk kembalian. Meskipun kecil tapi hal ini dapat membuat konsumen kesal hanya untuk menunggu kembalian
Meski ini terbilang sepele tapi bagi pembeli ini adalah kondisi yang menyebalkan.Meski penjual bilang, tungguya mas tak tukar kembalian dulu. “ya ga papa aku tunggu mbak” jawab pembeli. Itu sebenarnya pembeli kesal.Dan menggerutu dalam hati “Kalau jualanya mbok dipersiapkan”.

Bangun hubungan baik dengan konsumen dan pedagang lain, karena kamu jualan tidak hanya diwaktu itu saja
Salah satu kemampuan pedagang yang harus kamu miliki adalah menjaga relasi. Baik itu kepada pedagang lainnya maupun kepada pembeli. Rangkul dan sering-seringlah berkomunikasi diluar waktu dagang. Siapa tahu mereka mempunyai info yang menarik buat kamu.

Terakhir, kunci dalam berjualan di pasar kaget adalah yakin dan bekerja keras penuh semangat
Itulah kunci utama, kegigihan. Bahwa keyakinan tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan kegigihan berbuat. Banyak orang sukses berawal dari kedisiplinan mereka menawarkan dan berjualan.Selain itu, ingat pada yang maha pemberi rizki. Usahakan selalu berdoa baik sebelum ataupun sesudah jualan. Semoga berhasil


Berikut adalah Place pasar Kaget yang ada di Wilayah bandung yang bisa anda Coba untuk berjualan menjemput rezeki sbb:

LAPANGAN GASIBU


 
Setiap hari Minggu lapangan Gasibu..
jadi pasar kaget yang ramei dengan penjual beraneka barang dari mulai Kuliner, pakaian, acesoris, peralatan dapur, dan lain lain.. dimulai pukul 05.00 sampai 12.00 wib

PUNCELUT CIMBULEUIT


 


Punclut terletak di bandung Utara ...daerah Cimbuleuit... jalan lintasan ke Lembang ... pasar kaget Punclut tiap hari minggu.. di sini sambil ngelapak...sekalian menikmati pemandangan Kota Bandung yang indah.. kuliner dengan makan khas Sunda. Kupat Tahu . Bandrek minum dari batok kelapa yang di bakar .pakaian : kaos jaket sepau dll. Accesories. .nah ini juga bisa di coba untuk berjualan disini...... 


PASAR KUE BUAH BATU
 


Pasar kaget yang mendadak muncul setiap pagi hari mulai dari jam 5 pagi hingga jam 8 pagi saja di daerah Buah Batu, Bandung Timur, setiap harinya. Wilayah depan pertokoan yang terletak di sepanjang Jalan Buah Batu ini sekejap tersulap menjadi sebuah area Pasar Kaget yang dipenuhi dengan berbagai jajanan yang super nikmat.


kita bisa menemukan berbagai jenis jajanan dan penganan ala Bandung banget yang jarang kamu temukan di kota lain, pembaca! Kamu bisa melihat sekitar 60 pedagang yang menjajakan kue-kue dan jajanan maknyusnya di sana, dan kue-kuenya pun berbeda-beda jenisnya 

PASAR KAGET TELKOM DAYEUHKOLOT


Pasar kaget ini mula pukul 05.00 - 11.00. banyak produk yang di jual disini dari mulai makanan, pakaian segmentasi pengunjung warga setempat, dan mahasiswa telkom
PASAR KAGET METRO
 Jl. Soekarno Hatta SETIAP HARI MINGGU....
PASAR KAGET SAMSAT SUKARNO HATA
PASAR KAGET PUSDAI
Setiap hari jum'at dari pukul 05.00 - 14.00

PASAR KAGET PEMKOT CIMAHI

 

PASAR KAGET UNPAD/UNWIM JATINANGOR
 di depan kampus unpad dan unwim jatinangoe Sumedang
setiap hari Minggu......
 


PASAR KAGET PEMDA SOREANG

Setiap hari Minggu di depan Pemda soreang


 



PASAR KAGET TEGALEGA/OTISTA

Setiap hari Minggu 
 
posisi berdagang paling recomendasi adalah di bawah pohon disekitar kolam renang tegalega




PASAR KAGET ARCAMANIK


Setiap Hari Minggu...


 


PASAR KAGET MESJID SALMAN ITB


 
Jl. Ganesa...setiap hari jumat....


ini lah sebagian pasar kaget yang ada di kota bandung, yang dapat anda kunjungi...untuk .. reference kebutuhan action berdagang anda. semoga bermanfat . salam rendah hati

thanks to:
source reference: 
http://www.kaskus.co.id/
http://www.trendezia.com/
http://www.arf25production.com/

TIPS BERJUALAN DI PASAR KAGET - STRATEGY DAN TEKNIK KEBERHASILAN BERDAGANG

Posted by : Banana Harajuku
Kamis, 04 Februari 2016
2 Comments

- Copyright © FBM ENTREPRENEUR - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -