Archive for Maret 2016



Meningkatkan keterampilan komunikasi


Komunikasi Teknik Negosiasi

Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya sese-orang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepen-tingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kukan negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri.
Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilak-sanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:

1.   Fact-finding, mencari/mengumpulkan fakta-fakta.data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebe-lum melakukan negosiasi.
2.   Planning / rencana, sebelum berne-gosiasi/berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan anda terhadap lawan tersebut, per-kirakan/bayangkan kemung-kinan reaksi penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang anda katakan.
3.     Penyampaian, lakukan negosiasi/ sampaikan pesan dalam bahasa lawan/sipenerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencer-minkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disam-paikan.
4.   Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.
5.    Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Meskipun pesan yang disam-paikan dapat diterima dengan baik, bukan berarti hasil yang diharapkan akan diperoleh sesuai dengan yang direncanakan semula. Yang sering terjadi justeru perbedaan pandangan terhadap cara penyelesaian masalah antara pemberi dan penerima pesan. Sehingga diperlukan pembicaraan lebih lanjut, yang memerlukan perjua-ngan tersendiri bagi pengirim pesan dalam menyampaikan dan memenang-kan pendapatnya.
Kalau terjadi adu pendapat antara negosiator dengan pihak lawan maka timbul dorongan untuk menang. Keinginan untuk menang disatu sisi dengan mengabaikan kekalahan dipi-hak lainnya, biasanya sulit tercapai. Untuk itu digunakan strategi menang-menang. Artinya ada sebagian keinginan kita yang dikorbankan dengan mengharapkan pihak lawan juga akan mengorbankan hal yang sama, sehing-ga kesepakatan diantara kedua belah pihak dapat tercapai.

Disini ilustrasi komunikasi dalam Negosiasi bisnis dengan mengambil kasus negosiasi dengan orang Jepang. Kontak permulaan merupakan fase yang sangat penting guna membangun hubungan personal yang berkelanjutan. Kontak permulaan lewat korespodensi, faksimile atau telepon dianggap sebagai cara yang kurang efektif atau tepat. Kebanyakan perusahaan Jepang menanggapi dengan lamban, bahkan seringkali tanpa respon. Hal ini terjadai pertama kerana hambatan bahasa dan komu-nikasi terutama untuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang tidak terbiasa membuat kontak lang-sung dengan perusahaan asing. Kedua, surat menyurat tidak memberi infor-masi yang cukup. Tanpa informasi yang cukup, kontak dagang sulit dilakukan dan negosiasi mengalami kegagalan. Hal kecil yang tidak bisa disepelekan dalam kontak permulaan adalah kebiasaan menukar kartu nama. Orang Jepang sangat sulit menghapal ejaan asing, kerana itu kartu nama merupakan arsip penting yang selalu disimpan dengan cermat. Tanpa kartu nama orang Jepang akan sulit meng-hubungi calon rekannya. Orang Jepang dalam negosiasi tidak langsung pada persoalan. Selalu diawali dengan soal-soal yang tidak relevansinya dengan bisnis. Misalnya, membica-rakan lukisan yang tergantung di tembok, atau berbasa-basi tentang urusan keluarga. Orang Jepang selalu mengatakan ya segala hal yang dikemukakan lawan bicaranya. Tetapi jangan salah mengerti, ya bukan berarti iya saya setuju untuk transaksi, melainkan ya saya faham apa yang anda sampaikan.
Apa yang dilukiskan di atas dengan contoh kasus pada masyarakat Jepang bukan hanya termasuk bagian komunikasi lisan, tetapi sudah meru-pakan bagian utama dari teknik nego-siasi bisnis.

Pertanyaan:
1.     Mengapa Negosiasi Bisnis sulit dilakukan dengan pihak asing yang berbeda budaya?
2.     Bagaimana solusi yang terbaik untuk melakukan negosiasi Bisnis dengan pihak asing yang mempunyai budaya yang berbeda?
3.     Bila anda harus bernegosiasi Bisnis dengan orang Arab pendekatan seperti apakah yang akan anda lakukan? Coba sebutkan beberapa ciri dari budaya orang Arab. Apakah perbedaanya dengan orang Jepang sepeti contoh kasus diatas?
4.     Apakah pentingnya melakukan negosiasi Bisnis?
5.     Coba jelaskan tahapan dalam melakukan Negosiasi Bisnis. Jelaskan setiap tahapannya

Kesimpulan
Negosiasi terjadi apabila dian-tara pihak-pihak yang secara terbuka bersedia mengemukakan gagasan-gagasannya. Tidak tertutup kemung-kinan bahwa masing-masing pihak yang melakukan negosiasi memiliki Hidden Agenda. Yang dimaksud dengan Hidden Agenda adalah gagasan tersembunyi atau niat terselubung yang diungkapkan secara eksplisit dalam negosiasi akan tetapi meru-pakan hal yang sesungguhnya ingin dicapai oleh pihak yang bersangkutan. Adanya hidden agenda pada umumnya dapat dikenali kerana sifatnya yang menghambat proses negosiasi, sehingga proses kearah kesepakatan sangat sulit atau bahkan hampir tidak pernah tercapai.
Bila diduga bahwa proses negosiasi terhambat kerana adanya hiden agenda dari salah satu maupun kedua belah pihak, lobying dapat dipilih untuk menggali hiden agenda yang ada sehingga proses negosiasi dapat dimulai kembali dari gagasan-gagasan yang lebih terbuka.
Daftar Pustaka
Oemi Abd Rachman,”Dasar-dasar Public Relations”, Alumni, Bandung, 1986.
Bernays, Edward L, “Public Relations”, University of Oklahoma Press, Norman, 1982.
Burhan Bugin, ”Metodologi Penelitian Kualitatif”, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001.
Bastaman, ”Makalah Untuk Kursus Pendidikan Diplomat”, Deplu R.I, Jakarta, 1987.
Lexy J. Moleong,”Metodologi Penelitian Kualitatif”, Remaja RosdaKarya, Bandung, 2001.





Kaitan e-commerce dan Komunikasi Bisnis

Contoh Penerapan Ilmu Komunikasi dalam Lingkup Bisnis
Contoh kasus dan cara penyelesaian dalam konteks krisis komunikasi :
Misalnya, terjadi krisis di sebuah perusahaan karena perusahaan tersebut tertimpa issue miring yang dapat meruntuhkan eksistensi perusahaan. Cara penyelesaian adalah dengan mencari inti permasalahan yang terjadi kemudian mencarikan solusi. Kemudian mempublikkasikannya kepada pihak intern bahwa permasalah perusahaan sudah selesai dan juga kepada pihak ekstren agar citra perusahaan tidak rusak dan dapat Berjaya lagi. (Fera Tiara Syahida, artikel 2011).
Saluran komunikasi formal : Saluran komunikasi formal adalah saluran yang terorganisasi dengan baik. Seperti lembaga sosial lainnya, saluran komunikasi formal bercirikan aturan-aturan yang stabil, pejabatnya melakukan pekerjaan yang benar-benar jelas, aturan pekerjaannya disusun dengan baik dan dapat diikuti oleh orang yang berbeda-beda, dan adanya sanksi yang jelas.
Sedangkan saluran komunikasi informal adalah saluran komunikasi yang terjadi tanpa ada struktur yang jelas-jelas ada.
Umumnya, komunikasi formal terjadi di antara orang-orang yang terjalin hubungan formal (seperti dalam lembaga/organisasi) ataupun komunikasi antar atasan-atasan perusahaan. Sedangkan komunikasi informal seperti, komunikasi antar divisi, antar karyawan dimana situasi untuk berkomunikasi tidak terlalu tegang dan monoton seperti kepada atasan perusahaan.
Kelebihan komunikasi non-verbal. Non-verbal sendiri banyak ragamnya seperti, kedipan mata, gerakan kepala, warna, konteks ruang dan waktu, wewangian,diam dan lain-lain. Yang menjadi istimewa adalah, setiap kegiatan non verbal yang kita lakukan baik sadar mapun tidak, semua itu tidak dapat membohongi apa yang terjadi di diri kita. Walaupun di perkataan (verbal) kita dapat berkilah tapi bahasa tubuh tidak.
Contoh dari non-verbal dalam lingkungan bisnis / organisasi:
Seorang Manajer sedang mempresentasikan evaluasi progress perushaan dalam laporan periodiknya. Semua pegawainya memperhatikan penjelasan sang Manajer, tapi tak sedikit yang mengacuhkan, bahkan jika di telusuri di barisan belakang banyak pegawai yang menekur, menguap, dan memilih menyandarkan punggungnya seolah malas mendengarkan laporan periodic perusahaan. Menekur dan menguap menandakan para pegawai bosan akan penjelasan sang Manajer. Dengan menekur, pegawai seolah-seolah dapat melepaskan beban pendengarannya dari presentasi sang Manajer.
 Penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia
 
Penyedia layanan e-Commerce di Indonesia baru mencapai 3% meski pengguna Internet diperkirakan telah mencapai sebanyak 31 juta orang dan 159 juta orang lainnya Internet berbasis nirkabel. Dengan masih sedikitnya pemain di e-Commerce maka portal e-Commerce Plasa.Com yang dikelola anak usaha Telkom PT Metranet diharapkan dapat turut menggairahkan e-commerce di Tanah Air.
Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan Communication. Portel itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar, mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah) dalam negeri serta meningkatkan enterpreneurship melalui penyediaan platform online shopping.
Dalam menyediakan layanan konten, Plasa.com mengembangkan platform sebagai penghimpun konten (content agregator) serta memungkinkan pelanggan menikmati beragam konten, termasuk konten hiburan. Sementara itu dalam layanan Communication, Plasa.com menyediakan berbagai aplikasi seputar komunikasi online serta beragam fasilitas layanan iklan sebagai media komunikasi bagi para pebisnis dengan pelanggannya. Telkom telah melakukan studi banding ke Jepang dan Korea untuk mengembangkan e-Commerce dengan target mendorong para pelaku UKM yang berada di bawah binaan Telkom melalui Program Kemitraan untuk bergabung dalam portal Plasa.com.
Hingga saat ini Telkom memiliki sekitar 30.000 mitra binaan aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Badan Usaha Milik Negara itu juga telah melakukan penandatangan Program Charter yaitu kerja sama antara Telkom dengan Telkomsel dan Bank Internasional Indonesia (BII) sebagai mitra penyedia gerbang pembayaran. Selain itu, kerja sama juga menggandeng Gramedia, Pasar Raya dan Grup Ciputra mewakili para merchant yang membuka toko di Plasa.com.
Plasa.com adalah salah satu portal online tertua dan terbesar di Indonesia yang diluncurkan Telkom pertama kali pada tahun 1998. Selama ini Plasa.com telah memberikan layanan wadah kepada komunitas online Indonesia melalui layanan email gratis, web forum, web chat, dan blog. Plasa.com diluncurkan kembali dengan wajah baru dan fasilitas yang diperbaharui di antaranya dengan menyediakan fasilitas e-commerce. Melalui penyelenggaraan e-commerce, Mojopia menargetkan untuk dapat mendorong pertumbuhan pasar e-commerce. Selain itu, layanan ini juga diharapkan ikut membantu mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam negeri, serta meningkatkan jiwa entrepreneurship melalui penyediaan platform online shopping.
Satu juta pengguna Internet telah mengandalkan internet sebagai tempat berbelanja, apalagi didorong oleh pertumbuhan internet yang sangat pesat. Di akhir 2010, Plasa.com mempunyai target sebanyak 1000 merchant pada akhir 2010. Dalam mengembangkan bisnis ini, Plasa.com memiliki partner store seperti Gramedia dan Pasaraya, selain itu juga tersedia Toko Selebriti. Mojopia dan Telkom akan memberikan perhatian dan dukungan serius terhadap pengembangan UKM di Indonesia. Dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet dan mobile web Indonesia yang sangat pesat, diharapkan Plasa.com dapat mendorong semangat kewiraswastaan sebagai sentra jual beli online terbesar di Indonesia. Brand promise Mojopia adalah educate, enrich, empower, artinya Mojopia membuat Plasa.com sebagai platform e-commerce dengan tujuan untuk memunculkan entrepreneur-entrepreneur Indonesia.
Manfaat dari penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia 
Dalam bidang perdagangan, internet mulai banyak dimanfaatkan sebagi media aktivitas bisnis karena lebih efisien. Aktivitas perdagangan melalui media internet ini popular dengan electronic commerce (e-commerce). Di Indonesia, e-commerce mulai dikenal pada tahun 1996, meski belum terlalu populer, pada tahun 1996 tersebut mulai bermunculan berbagai situs yang melakukan e-commerce. Sepanjang tahun 1997-1998 keberadaan e-commerce di Indonesia sedikit terabaikan karena krisis ekonomi. Setelah melewati krisis ekonomi di tahun 1999 hingga sekarang e-commerce semakin lama semakin memiliki daya tarik tersendiri karena keefisienan dan kenyamanannya. Kenyamanan dalam artian apa yang sulit atau tidak mungkin dilakukan sebelumnya menjadi mungkin dengan e-commerce.
Di Indonesia, peluang e-commerce untuk berkembang kelihatannya cukup besar. Karena Indonesia adalah negara berkembang, melihat kenyataan bahwa Indonesia adalah negara berkembang maka secara logis akan terjadi persaingan besar-besaran untuk membuat sesuatu dan persaingan itu dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya manfaat bagi pengguna internet dan peluang berkembangnya e-commerce.
Secara umumnya, E-COMMERCE merupakan aktivitas perdagangan melalui media internet. Dengan adanya EC ini banyak sekali manfaat atau keuntungan yang dihasilkannya. Manfaat atau keuntungan ini terbagi menjadi tiga obyek, yaitu manffat bagi konsumen, manfaat bagi masyarakat dan manfaat bagi bisnis. Berikut ini penjelasannya.
Manfaat e-commerce bagi konsumen
  1. Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.
  2. Electronic commerce meemberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.
  3. Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
  4. Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.
  5. Pelanggan bisa menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggi.
  6. Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
  7. Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.
  8. Electronic commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.
Manfaat e-commerce bagi masyarakat
  1. Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.
  2. Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup mereka.
  3. Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
  4. Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan / atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan.
 Manfaat e-commerce bagi bisnis
  1. Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
  2. e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis diinternet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.


TUGAS KASUS  – PELANGGARAN KONSEP STRUKTUR ORGANISASI
  1. Permasalahan yang terjadi pada Perusahaan Suyanto adalah pelanggaran mengenai konsep organisasi, dengan penjabaran sekaligus solusi sbb:
               Struktur organisasi berjenjang, namun proses komunikasi antara bawahan dengan atasan menyalahi prosedur. Dalam kasus ini, Citra sebagai Kepala Departemen selalu melapor kepada Direktur Utama ketika akan meminta hal-hal penting tertentu, padahal seharusnya Citra bertanggung jawab langsung kepada Wakil Direktur Surya sebagai atasannya.

    Mengapa bisa terjadi seperti itu?
    Kemungkinannya, birokrasi (prosedur) struktur organisasi yang tidak jelas, lemah—tidak mengikat personel untuk wajib melaksanakan sesuai aturan, pola sikap senior yang tidak menghargai junior meskipun junior merupakan atasannya, atau style managemen yang tidak tegas dan bijak. Jika demikian, perubahan atau solusi yang dapat dilakukan adalah:
    ü  Wakil Direktur Surya melakukan komunikasi dengan Direktur Utama Irawan, untuk membicarakan segala permasalahan yang terjadi, untuk memperjelas pelaksanaan peran dan tanggung jawab personel sesuai dengan prosedur struktur organisasi.
    Letak kunci pemegang kendali kesuksesan organisasi adalah pada Direktur Utama, namun Direktur Utama dalam hal ini memiliki style kepemimpinan yang kurang baik. Karena,  Direktur Utama tidak dapat memberikan arahan yang baik kepada Citra agar segala permasalahan yang terjadi pada departemennya dikomunikasikan dengan Wakil Direktur Surya agar menjadi tanggung jawab Surya untuk menyelesaikan permasalahan sebelum meminta bantuan kepada Direktur Utama. Jika berkali-kali Citra langsung berkomunikasi dengan Direktur Utama, artinya Direktur Utama menanggapinya? Bukankah seharusnya Direktur Utama tidak berwenang untuk memegang kendali departemen? Dengan demikian, Direktur Irawan harus lebih tegas dan menyampaikan kebijakan struktur organisasional dengan jelas dan tegas, jika memang tetap menggunakan struktur organisasi berjenjang.

    ü  Jika Kepala Departemen langsung berhubungan dengan Direktur Utama, lalu bagaimana dengan fungsi Wakil Direktur? Ini adalah bentuk pelaksanaan komunikasi bisnis yang tidak efisien, dengan mengalihkan peran dan tanggung jawab Wakil Direktur kepada Direktur Utama.

    ü  Memperbaiki filosofi (nilai-nilai) yang dijunjung oleh segenap personel perusahaan, untuk memiliki pola pikir dan perilaku yang saling menghargai antar personel organisasi tanpa memiliki rasa ego senioritas. Karena ego senioritas akan menjadikan personel lebih mementingkan kepentingan pribadinya, dengan keberlangsungan proses komunikasi organisasi yang terabaikan. Karena komunikasi bisnis dalam organisasi memegang peranan yang vital dalam pencapaian kesuksesan organisasi secara menyeluruh.

              Kebijakan penggajian yang tidak jelas. Di sini, Surya sebagai Wakil Direktur perusahaan mendapatkan gaji yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Kepala Departemen bawahannya dan juga lebih rendah dari Wakil Direktur Slamet yang posisinya sejajar dengan Surya, bahkan departemen yang dipimpin Surya menghasilkan lebih banyak uang daripada departemen yang dipimpin Slamet. Terdapat indikasi bahwa gaji yang dibayarkan kepada personel didasarkan pada senioritas ?
    ü  Dalam rangka memotivasi personel agar bekerja secara professional, Direktur Utama sebagai pemegang kendali perusahaan sebaiknya mengkaji ulang aturan penggajian, dasar yang objektif adalah berdasarkan kebijakan gaji pokok dari masing-masing fungsi (jabatan) kemudian memberikan gaji tunjangan kepada senior dan insentif lain kepada personel yang berprestasi. Karena jika gaji yang diberikan menurut senioritas sangat tidak fair, karena Wakil Direktur Surya sebagai junior mengemban tanggung jawab yang lebih besar daripada Kepala Departemen yang ada dibawahinya. Struktur Organisasi berjenjang seharusnya juga menerapkan aturan penggajian (pokok) yang berjenjang pula, dengan tambahan (insentif) menurut prestasi divisi untuk memacu peningkatan kinerja. Ditambah lagi adanya fakta bahwa dua departemen yang dipimpin Surya menghasilkan uang lebih banyak, seharusnya Surya mendapatkan remunerasi yang setimpal dengan prestasi departemennya. Namun yang menjadi permasalahan juga, kesuksesan departemen yang dipimpin Surya memang tercapai karena peran serta Surya atau memang prestasi Kepala Departemen? Kalau memang Kepala Departemen lebih cakap dari Surya, mengapa tidak diberikan promosi jabatan? Nah, ini juga ketidakjelasan. Sehingga, Direktur Utama harus memberikan ketentuan promosi jaatan berikut aturan penggajian secara lebih jelas, ojektif, dan professional.

    ü  Pemberian gaji dengan demikian sebaiknya ditentukan berdasarkan fungsi dan tanggung jawab, serta loyalitas dan prestasi yang diberikan personel kepada perusahaan. Dengan prosedur bekerja yang sejalan dengan aturan. Sehingga tidak ada departemen yang mengklaim dirinya berprestasi tanpa dukungan dan peran serta Wakil Direktur yang membawahinya. Karena proses bisnis yang baik dalam struktur organisasi ini didukung oleh kerjasama dan komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan dari setiap lini.

            Ketidakjelasan fungsi dan tanggung jawab divisional. Apakah masing-masing departemen mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pusat pertanggungjawaban yang berbeda?
    ü  Dengan mengetahui fungsi dari setiap departemen sebagai pusat pertanggungjawaban—apakah pusat pendapatan, biaya, investasi, atau laba, akan memberikan kejelasan mengenai ukuran kinerja setiap departemen. Sehingga pencapaian kinerja menurut indikator masing-masing memberikan dasar yang objektif dalam menentukan gaji insentif (atau bonus) kepada masing-masing divisi.
    ü  Karena pembagian tugas dan fungsi departemen dalam struktur organisasi perusahaan Suyanto tidak terlalu banyak dan kompleks, sehingga penerapan struktur organisasi berjenjang masih layak, dan tidak bermasalah jika tidak menerapkan struktur organisasi flatter (komunikasi lintas divisi).
      

Studi Kasus Komunikasi bisnis Cara dan teknik Mengelola komunikasi dalam Sebuah Organisasi

Posted by : Banana Harajuku
Minggu, 27 Maret 2016
0 Comments



BAB I
LATAR BELAKANG


Dewasa ini bertepatan dengan di bukanya gerbang perdagangan bebas dengan di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean "MEA" Utamanya, Umumnya Era globalisasi saat ini banyak hal yang diinginkan oleh sebagian besar orang-orang didunia. Salah satunya adalah teknologi dan dimana setiap teknologi dituntut untuk lebih cepat dalam pemenuhan kebutuhan masyrakat dunia. Masyarakat dunia yang kehidupannya bergerak maju dan berkembang sangat bergantung pada teknologi yang canggih, yang memberikan informasi yang cepat, akurat, dan terjamin sumbernya, serta dimana rekan-rekan kerjanya dapat lebih mudah membantu dengan penggunaan teknologi yang tinggi tersebut. Dengan teknologi yang berkembang cepat saat ini, dapat merubah paradigma setiap individu terhadap individu lainnya. Paradigma tersebut seperti hubungan interaksi yang kurang harmonis antara pribadi satu dengan pribadi lain, dan hal ini mengubah sikap individu terkait  dengan komunikasi yang “baik” menjadi komunikasi yang “buruk”.
 Komunikasi sangatlah penting didalam kehidupan masyarakat. Terutama masyarakat yang sangat bergantung dengan komunikasi yang menunjang karir mereka didunia kerja. Dalam dunia kerja kita dituntut untuk selalu melakukan tugas, kewajiban kita sebagai pekerja dengan baik dan benar. Tempat yang mewajibkan terjadi dan terbentuknya komunikasi yang baik adalah perusahaan, organisasi, kelompok kerja (skala kecil), dan lain sebagainya. Apabila komunikasi antar individu atau kelompok tidak berjalan harmonis maka usaha untuk mencapai tujuan perusahaan akan terhambat dengan masalah tersebut. Masalah komunikasi dalam perusahaan memang sudah sering terjadi, dan dianggap itu adalah masalah yang wajar terjadi dalam perusahaan.
Dengan adanya permasalahan tersebut perusahaan dapat melakukan intropeksi diri kembali, mengapa komunikasi didalam perusahaan tidak berjalan harmonis dan bagaimana pemecahan masalah tersebut. Masalah komunikasi dalam perusahaan sekarang telah menjadi bumbu-bumbu yang memiliki berbagai kemungkinan dalam menentukan masa depan perusahaan berserta para direktur, pegawai, staf kerja, dan lain-lain. Oleh karena itu, keharmonisan dalam berkomunikasi perlu dijaga dan dipelihara sedini mungkin, agar tidak menimbulkan perpecahan perusahaan dan merugikan banyak pihak.
1
Kegiatan berkomunikasi selalu terjadi, antara individu – individu, individu - kelompok, kelompok - kelompok, organisasi - organisasi, dan perusahan - perusahaan. Perbedaan komunikasi antara lain komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, ini yang menjadi perdebatan banyak pihak yang memiliki kebutuhan berbeda-beda dan kembali lagi bagaimana perusahaan dapat meningkatkan operasionalnya dan mempertahankan kinerja para pegawainya. Hal ini memang tidak mudah dilakukan, tetapi tidak berarti mustahil dilakukan oleh perusahaan – perusahaan yang siap bersaing secara Internasional. Untuk menunjang karir perusahaan tersebut dibutuhkan kerja sama antar sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia, yang saling memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda tersebut dan saling menikmati hasil keuntungan dan membawa kesejahteraan bagi semua kalangan di perusahaan. Dapat dilakukan pelatihan kepribadian, pengembangan diri, cara berkomunikasi yang baik dan lain-lain supaya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat tercapai sesuai yang diharapkan dan diinginkan setiap unit perusahaan.
Dengan begitu kasus komunikasi dapat menjadi pelajaran untuk meningkatkan level kedewasaan perusahaan dan bukan sebagai bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan perusahaan tersebut.  Jadikan komunikasi yang harmonis sebagai kebutuhan bukan tuntutan yang membuat kita tidak merasa nyaman. Oleh karena itu, mari kita bahas kasus perusahaan yang sering terjadi tersebut yaitu komunikasi.













Tujuan :
Mengetahui latar belakang terjadinya kasus komunikasi didalam perusahaan.
Menjelaskan memahami pentingnya menjaga komunikasi.
Dapat memecahkan persoalan komunikasi dalam perusahaan tersebut.




Pertanyaan :
1.      Apa yang dimaksud dengan proses komunikasi ?
2.      Apa saja unsure-unsur komunikasi dalam perusahaan  ?
3.      Mengapa komunikasi terhambat ?
4.      Bagaimana memecahkan kasus komunikasi yang terjadi diberbagai perusahaan ?


















BAB II
TEORI KASUS


1.      Proses komunikasi :
Komunikasi adalah pengiriman atau transmisi pemahaman umum melalui syarat (simbol). Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu “communis” yang berarti umum atau (common).
Komunikasi juga berarti suatu proses yang terdiri dari pengirim mengirimkan pesan melalui sarana kepada penerima dimana penerima akan menerima pesan tersebut dan terjadilah interaksi dikedua belah pihak.


2.      Unsur – unsure komunikasi :
Komonikator (pengirim) :
>> orang – orang yang memprakarsai komunikasi dalam sebuah organisasi kelompok, perorangan yang mempunyai informasi, kebutuhan, keinginan, dan maksud untuk disampaikan kepada orang lain.
Persepsi dan Interprestasi :
>> tanggapan atau pandangan seseorang terhadap suatu pesan. Dari persepsi akan dibuat interprestasi yaitu pemberian kesan atau pendapat terhadap persepsi dan pesan tersebut.
Encoding :
>> menerjemahkan informasi yang dikirim atau gagasan komunikator kedalam serangkaian simbol atau isyarat untuk pemahaman dan kebersamaan pengertian dengan penerima.







Pesan (message) :
>> bentuk fisik atau non-fisik yang dapat dialami dan ditangkap oleh indera penerima. Agar efektif, maka pesan tersebut harus :
-          Mudah dipahami.
-          Singkat, jelas, tepat, cepat, dan mengandung factor yang terkomunikasikan.
Saluran (channel) :
>> media yang dilalui atau dipergunakan dalam berkomunikasi berupa pertemuan, telepon, surat, fax, telex, computer, dan lain – lain.
Penerima :
>> orang yang menangkap pesan pengirim dan menanggapi atau tidak, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik perorangan maupun kelompok.
Decoding atau pengertian atau menerjemahkan sandi :
>> decoding bagian dari interprestasi yaitu suatu proses penerima menafsirkan pesan yang diperoleh dari pengirim kedalam informasi yang mempunyai makna.
Proses terjadinya antara lain :
Pertama : menangkap pesan.
Kedua : menafsirkan pesan.
Dipengaruhi oleh :
-          Pengalaman masa lampau penerima.
-          Penilaian pribadi mengenai simbol, gerak isyarat.
-          Harapan.
Noise atau gaduh :
>> faktor yang mengacaukan, menggangum dan membuat rancu komunikasi.








Umpan balik atau feedback :
>> reaksi penerima terhadap proses komunikasi, dapat berupa umpan balik secara langsung maupun tidak langsung.
-          Komunikasi satu arah :
Pengirim berkomunikasi tanoa mengharapkan atau memperoleh umban balik dari penerima.
-          Komunikasi dua arah :
Terjadi apabila penerima memberikan umpan balik kepada pengirim.
-          Komunikasi macet :
Umpan balik yang diharpakan tidak diberikan oleh penerima.
>> distori yaitu memutarbalikkan fakta atau penyimpangan.


3.      Beberapa rintangan umum yang menghambat komunikasi antara lain :
Kerangka acuan berbeda :
Kerangka acuan yang berbeda akan mengakibatkan interprestasi komunikasi yang berbeda, encoding dan decoding tidak sama yang menyebabkan komunikasi menjadi tidak efektif.
Dalam komunikasi antarpribadi terdapat perbedaan yang diakibatkan oleh :
ᵜ pengalaman.
ᵜ kepentingan.
ᵜ kedudukan atau tingkat dalam organisasi.
ᵜ pengetahuan yang berbeda.
Persepsi selektif :
Setiap orang “membuat katalog” sendiri. Persepsi yang selektif terjadi pada waktu individu menerima informasi baru yang sesuai dengan keyakinannya.
Akhirnya persepsi selektif mengakibatkan stereo typing.






Keahlian mendengarkan kurang baik. Hal – hal yang diakibatkan oleh beberapa hal seperti :
ᵜ kebiasaan pribadi.
ᵜ berbicara terlalu cepat.
ᵜ berpikirnya kurang.
ᵜ kurang mengetahui masalah yang terjadi.
Pertimbangan nilai :
Setiap komunikasi penerima sebelum menerima informasi menyeluruh selalu membuat pertimbangan nilai dengan menentukan arti pesan secara keseluruhan.
Pertimbanga nilai didasarkan atas :
ᵜ evaluasi penerimaan terhadap komunikator.
ᵜ pengalaman penerima sebelumnya terhadap komunikator.
ᵜ arti pesan yang diantisipasi.
Kredibilitas sumber :
Kepercayaan dan keyakinan penerima terhadap komunikator akan mempengaruhi penerima dan bereaksi terhadap kata-kata, gagasan dan tindakan komunikatif.
Masalah semantik :
Komunikasi adalah pengiriman komunikasi melalui penggunaan simbol – simbol umum yaitu dalam bentuk kata – kata. Dimana kata – kata tersebut dipahami berbeda – beda oleh masing – masing penerima.
Penyaringan :
Terjadi dalam komunikasi keatas dengan melakukan manipulasi informasi sehingga dirasakan positif oleh penerima. Tingkat informasi dalam hal ini ditentukan oleh desain organisasi. Makin banyak tingkat manajemen (organisasi tinggi atau full organization) maka makin banyak penyaringan informasi, sedangkan makin sedikit tingkat manajemennya maka makin sedikit penyaringan karena semakin banyak tingkat yang harus dilalui oleh komunikasi keatas, semakin besar peluang untuk setiap lapisan manajemen yang berurutan mengeluarkan apa yang tidak mereka inginkan untuk diketahui oleh tingkat berikutnya.




Tekanan waktu :
Terbatasnya waktu atasan untuk berkomunikasi dengan bawahan. Dalam hal ini terjadi timpang tindih suatu pekerjaan dimana seorang atasan dapat juga dikeluarkan dari saluran formal.
Beban komunikasi yang berlebihan :
Manajer harus mengambil keputusan yang efektif didasarkan pada informasi yang cepat, tepat, dan akurat. Dengan demikian berarti bahwa informasi yang sesuai dengan kebutuhan, bukan berarti harus menerima informasi sebanyak – banyaknya, namun tidak ada manfaatnya.
























BAB III
PENYELESAIAN KASUS

Suatu hubungan akan terjalin baik, harmonis, dan baik apabila didukung oleh  komponen – komponen yang baik pula. Kegiatan yang selalu bahkan tidak pernah terlepas dalam kehidupan manusia adalah komunikasi. Komunikasi begitu penting dikarenakan komunikasi memberikan informasi yang kita butuhkan (penerima) dari orang lain (pengirim) baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan adanya komunikasi yang baik dan benar, dapat menimalkan masalah komunikasi antar individu. Dan hal ini sangat membantu untuk karir perusahaan, dimana komunikasi antara atasan dengan bawahan dapat terjaga harmonis. Akan tetapi, kita juga harus selalu mempersiapkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan perusahaan.
Perusahaan yang sehat terlihat dari berbagai sistem dan struktur yang saling memenuhi kebutuhan sumber daya manusianya yang beraneka ragam, kesejahteraan para tenaga kerjanya, keuntungan yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan, dan lain sebagainya. Untuk mengantisiapasi dan menimalkan persoalan komunikasi yang dianggap wajar terjadi dalam perusahaan, inilah penyelesaiannya.
Dalam organisasi atau perusahaan cara – cara memperbaiki komunikasi antara lain :
·         Menelusuri
Untuk memastikan apakah suatu pengertian yang dimaksudkan dalam komunikasi benar – benar dapat diterima.
·         Mengatur arus informasi
Memastikan bahwa suatu arus informasi yang optimum, tanpa rintangan karena beban komunikasi dari segi kualitas dan kuantitas sudah terkendalikan.
·         Memanfaatkan umpan balik
Dalam komunikasi tatap muka umpan balik langsung dapat dicapai, namun dalam komunikasi keatas atau kebawah umpan balik akan sulit tercapai yang diakibatkan oleh kurangnya peluang untuk berkomunikasi. Dengan demikian maka untuk mencapai komunikasi yang efektif keatas atau kebawah, maka harus dapat mendorong keberanian untuk melaksanakan komunikasi tersebut.

Selain komunikasi yang harus ditelusuri, diatur arus informasinya, serta menggunakan pemanfaatan umpan balik, kita perlu menggunakan umpan balik yang efektif, dan masih sering terjadi juga umpan balik yang tidak efektif yang menyebabkan hubungan atasan dengan bawahan memburuk.
a.       Umpan balik yang efektif :
Sasaran umpan balik ini ditujukan kepada para pegawai dalam membantu mereka dalam pekerjaannya di perusahaan dan bersifat spesitik (khusus) dengan penuh kejelasan dalam memberi ataupun menerima umpan balik. Umpan balik yang efektif sangat bermanfaat, tepat, dan para pegawai akan merasakan manfaatnya seperti mereka akan mendengarkan apa yang diperintahkan atasannya dan kemauan untuk saling memenuhi dan mencapai tujuan perusahaan. Hai ini mudah dipahami oleh semua unit perusahaan dan umpan balik pun terjadi secara benar dan tepat.
b.      Umpan balik yang tidak efektif :
Secara keseluruhan umpan balik ini bersifat negatif seperti meremehkan para pegawai, atasan yang memberi hukuman atas kelalaian pegawainya dan bukan saling membantu dan memotivasinya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dan merasa nyaman saat bekerja dan bukannya merasa tersakiti sehingga menurunkan kinerjanya di perusahaan tersebut. Hal ini juga membuat para pegawai bersifat bertahan, komunikasi yang terjadi tidak dapat dipahami dan tidak akurat informasi yang operasional umpan balik tersebut.
·         Empati
Kemapuan menempatkan diri sendiri dalam peran orang lain dan mengambil alih pandangan serta emosi orang tersebut. Artinya bahwa seseorang harus berkemampuan berorientasi sebagai penerima dapat berorientasi pada komunikator. Bentuk komunikasinya harus tergantung pada pengetahuan tentang penerima. Empati menuntut komunikator menempatkan diri mereka sendiri dalam posisi penerima dengan tujuan mengantisipasi pesan diterjemahkan (decoded).
·         Menyederhanakan bahasa
Untuk memudahkan pemahaman, maka bahasa yang dipergunakan dalam komunikasi agar komunikasi menjadi efektif dan bermakna adalah bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.


Dengan penyelesaian kasus komunikasi yang terjadi didalam perusahaan diatas, dapat dikatakan itu sudah cukup untuk meminimumkan kehancuran yang tidak diinginkan oleh setiap perusahaan yang dihadapkan dengan masalah komunikasi. Untuk meningkatkan keharmonisan komunikasi itu harus berasal dalam diri manusia itu sendiri, untuk berkomunikasi dengan baik dan tidak menggunakan komunikasi yang tidak sesuai fungsinya terhadap orang lain. Dalam menjaga komunikasi juga dapat dilakukannya negosiasi.           
Negosiasi adalah tugas dua orang atau dua kelompok yang berupaya membuat keputusan bersama sehungan dengan pengalokasian sumber daya yang langka. Negosiasi dapat dilakukan setelah dua orang atau dua kelompok tersebut telah memahami pihak satu sama lain, mereka dapat melakukan pertukaran pikiran, pandangan, pendapat, sudut pandang sebanyak mungkin dan selanjutnya menyiapkan bahan – bahan untuk proses negosiasi.
Kita juga dapat menggunakan cara ini dengan mengetahui semua pilihan. Hal yang lebih penting dibandingkan penyampaian informasi adalah penggunaan informasi untuk mengembangkan, memahami, dan menilai pilihan yang tersedia guna membentuk kesepakatan antara kedua belah pihak dalam proses negosiasi. Semakin banyak jumlah pilihan yang dapat diidentifikasi, semakin besar manfaat yang dapat diperoleh kedua kelompok tersebut dari proses negosiasi.














BAB IV
KESIMPULAN


            Demikianlah pembahasan tentang kasus komunikasi yang terjadi didalam perusahaan. Pentingnya komunikasi dijaga supaya tetap harmonis diperlukan komunikasi yang efektif, dengan komunikasi yang efektif dapat membantu manajer dalam melakukan fungsi – fungsi POAC (perencanaan, pengorganisasian, pengembangan, pemeliharaan, dan pengawasan). Manajer pun dapat melakukan komunikasi berupa tatap muka, menerima tamu, berhubungan dengan bawahan, rekan, dan atasan, berhubungan dengan penyelia, berkomunikasi dengan pelanggan, berkomunikasi dengan alat elektronik, dan membuat surat, laporan, dan lain – lain.
Dengan komunikasi yang harmonis diharapkan permasalah yang akan terjadi kembali dalam perusahaan dapat ditangani secara bersama -  sama, karena itulah tanggung jawab setiap unit di perusahaan.




Sumber :
Komunikasi dan negosiasi, Ibu Dewi “Pengantar Manajemen”
Kasus perusahaan (blog)
Google.com

CASE STUDY MANAJEMEN "KOMUNIKASI"

Posted by : Banana Harajuku 0 Comments

- Copyright © FBM ENTREPRENEUR - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -