Posted by : Banana Harajuku Minggu, 27 Maret 2016



Meningkatkan keterampilan komunikasi


Komunikasi Teknik Negosiasi

Sebagai mana kita sering mendengar negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya sese-orang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih terinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepen-tingan timabal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang ber-beda satu sama lain. Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut. Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang mela-kukan negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri.
Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilak-sanakan dengan melalui beberapa tahap yakni:

1.   Fact-finding, mencari/mengumpulkan fakta-fakta.data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebe-lum melakukan negosiasi.
2.   Planning / rencana, sebelum berne-gosiasi/berbicara susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan. Berdasarkan kerangka topik yang hendak dibicarakan rincilah hasil yang diharapkan akan teraih. Berdasarkan pengenalan anda terhadap lawan tersebut, per-kirakan/bayangkan kemung-kinan reaksi penerima pesan/lawan berbicara terhadap apa yang anda katakan.
3.     Penyampaian, lakukan negosiasi/ sampaikan pesan dalam bahasa lawan/sipenerima. Usahakan gunakan istilah khas yang bisa dipakai oleh lawan negosiasi kita. Pilihlah kata-kata yang mencer-minkan citra yang spesifik dan nyata. Hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disam-paikan.
4.   Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Umpan balik dapat untuk mengetahui samakah makna yang disampaikan dengan yang ditangkap lawan negosiasi bisnis kita.
5.    Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan berkomunikasi/ negosiasi sudah tercapai, apakah perlu diadakan lagi, atau perlu menggunakan cara-cara untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Meskipun pesan yang disam-paikan dapat diterima dengan baik, bukan berarti hasil yang diharapkan akan diperoleh sesuai dengan yang direncanakan semula. Yang sering terjadi justeru perbedaan pandangan terhadap cara penyelesaian masalah antara pemberi dan penerima pesan. Sehingga diperlukan pembicaraan lebih lanjut, yang memerlukan perjua-ngan tersendiri bagi pengirim pesan dalam menyampaikan dan memenang-kan pendapatnya.
Kalau terjadi adu pendapat antara negosiator dengan pihak lawan maka timbul dorongan untuk menang. Keinginan untuk menang disatu sisi dengan mengabaikan kekalahan dipi-hak lainnya, biasanya sulit tercapai. Untuk itu digunakan strategi menang-menang. Artinya ada sebagian keinginan kita yang dikorbankan dengan mengharapkan pihak lawan juga akan mengorbankan hal yang sama, sehing-ga kesepakatan diantara kedua belah pihak dapat tercapai.

Disini ilustrasi komunikasi dalam Negosiasi bisnis dengan mengambil kasus negosiasi dengan orang Jepang. Kontak permulaan merupakan fase yang sangat penting guna membangun hubungan personal yang berkelanjutan. Kontak permulaan lewat korespodensi, faksimile atau telepon dianggap sebagai cara yang kurang efektif atau tepat. Kebanyakan perusahaan Jepang menanggapi dengan lamban, bahkan seringkali tanpa respon. Hal ini terjadai pertama kerana hambatan bahasa dan komu-nikasi terutama untuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang tidak terbiasa membuat kontak lang-sung dengan perusahaan asing. Kedua, surat menyurat tidak memberi infor-masi yang cukup. Tanpa informasi yang cukup, kontak dagang sulit dilakukan dan negosiasi mengalami kegagalan. Hal kecil yang tidak bisa disepelekan dalam kontak permulaan adalah kebiasaan menukar kartu nama. Orang Jepang sangat sulit menghapal ejaan asing, kerana itu kartu nama merupakan arsip penting yang selalu disimpan dengan cermat. Tanpa kartu nama orang Jepang akan sulit meng-hubungi calon rekannya. Orang Jepang dalam negosiasi tidak langsung pada persoalan. Selalu diawali dengan soal-soal yang tidak relevansinya dengan bisnis. Misalnya, membica-rakan lukisan yang tergantung di tembok, atau berbasa-basi tentang urusan keluarga. Orang Jepang selalu mengatakan ya segala hal yang dikemukakan lawan bicaranya. Tetapi jangan salah mengerti, ya bukan berarti iya saya setuju untuk transaksi, melainkan ya saya faham apa yang anda sampaikan.
Apa yang dilukiskan di atas dengan contoh kasus pada masyarakat Jepang bukan hanya termasuk bagian komunikasi lisan, tetapi sudah meru-pakan bagian utama dari teknik nego-siasi bisnis.

Pertanyaan:
1.     Mengapa Negosiasi Bisnis sulit dilakukan dengan pihak asing yang berbeda budaya?
2.     Bagaimana solusi yang terbaik untuk melakukan negosiasi Bisnis dengan pihak asing yang mempunyai budaya yang berbeda?
3.     Bila anda harus bernegosiasi Bisnis dengan orang Arab pendekatan seperti apakah yang akan anda lakukan? Coba sebutkan beberapa ciri dari budaya orang Arab. Apakah perbedaanya dengan orang Jepang sepeti contoh kasus diatas?
4.     Apakah pentingnya melakukan negosiasi Bisnis?
5.     Coba jelaskan tahapan dalam melakukan Negosiasi Bisnis. Jelaskan setiap tahapannya

Kesimpulan
Negosiasi terjadi apabila dian-tara pihak-pihak yang secara terbuka bersedia mengemukakan gagasan-gagasannya. Tidak tertutup kemung-kinan bahwa masing-masing pihak yang melakukan negosiasi memiliki Hidden Agenda. Yang dimaksud dengan Hidden Agenda adalah gagasan tersembunyi atau niat terselubung yang diungkapkan secara eksplisit dalam negosiasi akan tetapi meru-pakan hal yang sesungguhnya ingin dicapai oleh pihak yang bersangkutan. Adanya hidden agenda pada umumnya dapat dikenali kerana sifatnya yang menghambat proses negosiasi, sehingga proses kearah kesepakatan sangat sulit atau bahkan hampir tidak pernah tercapai.
Bila diduga bahwa proses negosiasi terhambat kerana adanya hiden agenda dari salah satu maupun kedua belah pihak, lobying dapat dipilih untuk menggali hiden agenda yang ada sehingga proses negosiasi dapat dimulai kembali dari gagasan-gagasan yang lebih terbuka.
Daftar Pustaka
Oemi Abd Rachman,”Dasar-dasar Public Relations”, Alumni, Bandung, 1986.
Bernays, Edward L, “Public Relations”, University of Oklahoma Press, Norman, 1982.
Burhan Bugin, ”Metodologi Penelitian Kualitatif”, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001.
Bastaman, ”Makalah Untuk Kursus Pendidikan Diplomat”, Deplu R.I, Jakarta, 1987.
Lexy J. Moleong,”Metodologi Penelitian Kualitatif”, Remaja RosdaKarya, Bandung, 2001.





Kaitan e-commerce dan Komunikasi Bisnis

Contoh Penerapan Ilmu Komunikasi dalam Lingkup Bisnis
Contoh kasus dan cara penyelesaian dalam konteks krisis komunikasi :
Misalnya, terjadi krisis di sebuah perusahaan karena perusahaan tersebut tertimpa issue miring yang dapat meruntuhkan eksistensi perusahaan. Cara penyelesaian adalah dengan mencari inti permasalahan yang terjadi kemudian mencarikan solusi. Kemudian mempublikkasikannya kepada pihak intern bahwa permasalah perusahaan sudah selesai dan juga kepada pihak ekstren agar citra perusahaan tidak rusak dan dapat Berjaya lagi. (Fera Tiara Syahida, artikel 2011).
Saluran komunikasi formal : Saluran komunikasi formal adalah saluran yang terorganisasi dengan baik. Seperti lembaga sosial lainnya, saluran komunikasi formal bercirikan aturan-aturan yang stabil, pejabatnya melakukan pekerjaan yang benar-benar jelas, aturan pekerjaannya disusun dengan baik dan dapat diikuti oleh orang yang berbeda-beda, dan adanya sanksi yang jelas.
Sedangkan saluran komunikasi informal adalah saluran komunikasi yang terjadi tanpa ada struktur yang jelas-jelas ada.
Umumnya, komunikasi formal terjadi di antara orang-orang yang terjalin hubungan formal (seperti dalam lembaga/organisasi) ataupun komunikasi antar atasan-atasan perusahaan. Sedangkan komunikasi informal seperti, komunikasi antar divisi, antar karyawan dimana situasi untuk berkomunikasi tidak terlalu tegang dan monoton seperti kepada atasan perusahaan.
Kelebihan komunikasi non-verbal. Non-verbal sendiri banyak ragamnya seperti, kedipan mata, gerakan kepala, warna, konteks ruang dan waktu, wewangian,diam dan lain-lain. Yang menjadi istimewa adalah, setiap kegiatan non verbal yang kita lakukan baik sadar mapun tidak, semua itu tidak dapat membohongi apa yang terjadi di diri kita. Walaupun di perkataan (verbal) kita dapat berkilah tapi bahasa tubuh tidak.
Contoh dari non-verbal dalam lingkungan bisnis / organisasi:
Seorang Manajer sedang mempresentasikan evaluasi progress perushaan dalam laporan periodiknya. Semua pegawainya memperhatikan penjelasan sang Manajer, tapi tak sedikit yang mengacuhkan, bahkan jika di telusuri di barisan belakang banyak pegawai yang menekur, menguap, dan memilih menyandarkan punggungnya seolah malas mendengarkan laporan periodic perusahaan. Menekur dan menguap menandakan para pegawai bosan akan penjelasan sang Manajer. Dengan menekur, pegawai seolah-seolah dapat melepaskan beban pendengarannya dari presentasi sang Manajer.
 Penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia
 
Penyedia layanan e-Commerce di Indonesia baru mencapai 3% meski pengguna Internet diperkirakan telah mencapai sebanyak 31 juta orang dan 159 juta orang lainnya Internet berbasis nirkabel. Dengan masih sedikitnya pemain di e-Commerce maka portal e-Commerce Plasa.Com yang dikelola anak usaha Telkom PT Metranet diharapkan dapat turut menggairahkan e-commerce di Tanah Air.
Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan Communication. Portel itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar, mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah) dalam negeri serta meningkatkan enterpreneurship melalui penyediaan platform online shopping.
Dalam menyediakan layanan konten, Plasa.com mengembangkan platform sebagai penghimpun konten (content agregator) serta memungkinkan pelanggan menikmati beragam konten, termasuk konten hiburan. Sementara itu dalam layanan Communication, Plasa.com menyediakan berbagai aplikasi seputar komunikasi online serta beragam fasilitas layanan iklan sebagai media komunikasi bagi para pebisnis dengan pelanggannya. Telkom telah melakukan studi banding ke Jepang dan Korea untuk mengembangkan e-Commerce dengan target mendorong para pelaku UKM yang berada di bawah binaan Telkom melalui Program Kemitraan untuk bergabung dalam portal Plasa.com.
Hingga saat ini Telkom memiliki sekitar 30.000 mitra binaan aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Badan Usaha Milik Negara itu juga telah melakukan penandatangan Program Charter yaitu kerja sama antara Telkom dengan Telkomsel dan Bank Internasional Indonesia (BII) sebagai mitra penyedia gerbang pembayaran. Selain itu, kerja sama juga menggandeng Gramedia, Pasar Raya dan Grup Ciputra mewakili para merchant yang membuka toko di Plasa.com.
Plasa.com adalah salah satu portal online tertua dan terbesar di Indonesia yang diluncurkan Telkom pertama kali pada tahun 1998. Selama ini Plasa.com telah memberikan layanan wadah kepada komunitas online Indonesia melalui layanan email gratis, web forum, web chat, dan blog. Plasa.com diluncurkan kembali dengan wajah baru dan fasilitas yang diperbaharui di antaranya dengan menyediakan fasilitas e-commerce. Melalui penyelenggaraan e-commerce, Mojopia menargetkan untuk dapat mendorong pertumbuhan pasar e-commerce. Selain itu, layanan ini juga diharapkan ikut membantu mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam negeri, serta meningkatkan jiwa entrepreneurship melalui penyediaan platform online shopping.
Satu juta pengguna Internet telah mengandalkan internet sebagai tempat berbelanja, apalagi didorong oleh pertumbuhan internet yang sangat pesat. Di akhir 2010, Plasa.com mempunyai target sebanyak 1000 merchant pada akhir 2010. Dalam mengembangkan bisnis ini, Plasa.com memiliki partner store seperti Gramedia dan Pasaraya, selain itu juga tersedia Toko Selebriti. Mojopia dan Telkom akan memberikan perhatian dan dukungan serius terhadap pengembangan UKM di Indonesia. Dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet dan mobile web Indonesia yang sangat pesat, diharapkan Plasa.com dapat mendorong semangat kewiraswastaan sebagai sentra jual beli online terbesar di Indonesia. Brand promise Mojopia adalah educate, enrich, empower, artinya Mojopia membuat Plasa.com sebagai platform e-commerce dengan tujuan untuk memunculkan entrepreneur-entrepreneur Indonesia.
Manfaat dari penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia 
Dalam bidang perdagangan, internet mulai banyak dimanfaatkan sebagi media aktivitas bisnis karena lebih efisien. Aktivitas perdagangan melalui media internet ini popular dengan electronic commerce (e-commerce). Di Indonesia, e-commerce mulai dikenal pada tahun 1996, meski belum terlalu populer, pada tahun 1996 tersebut mulai bermunculan berbagai situs yang melakukan e-commerce. Sepanjang tahun 1997-1998 keberadaan e-commerce di Indonesia sedikit terabaikan karena krisis ekonomi. Setelah melewati krisis ekonomi di tahun 1999 hingga sekarang e-commerce semakin lama semakin memiliki daya tarik tersendiri karena keefisienan dan kenyamanannya. Kenyamanan dalam artian apa yang sulit atau tidak mungkin dilakukan sebelumnya menjadi mungkin dengan e-commerce.
Di Indonesia, peluang e-commerce untuk berkembang kelihatannya cukup besar. Karena Indonesia adalah negara berkembang, melihat kenyataan bahwa Indonesia adalah negara berkembang maka secara logis akan terjadi persaingan besar-besaran untuk membuat sesuatu dan persaingan itu dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya manfaat bagi pengguna internet dan peluang berkembangnya e-commerce.
Secara umumnya, E-COMMERCE merupakan aktivitas perdagangan melalui media internet. Dengan adanya EC ini banyak sekali manfaat atau keuntungan yang dihasilkannya. Manfaat atau keuntungan ini terbagi menjadi tiga obyek, yaitu manffat bagi konsumen, manfaat bagi masyarakat dan manfaat bagi bisnis. Berikut ini penjelasannya.
Manfaat e-commerce bagi konsumen
  1. Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.
  2. Electronic commerce meemberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.
  3. Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
  4. Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.
  5. Pelanggan bisa menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggi.
  6. Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
  7. Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.
  8. Electronic commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.
Manfaat e-commerce bagi masyarakat
  1. Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.
  2. Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup mereka.
  3. Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
  4. Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan / atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan.
 Manfaat e-commerce bagi bisnis
  1. Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
  2. e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis diinternet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.


TUGAS KASUS  – PELANGGARAN KONSEP STRUKTUR ORGANISASI
  1. Permasalahan yang terjadi pada Perusahaan Suyanto adalah pelanggaran mengenai konsep organisasi, dengan penjabaran sekaligus solusi sbb:
               Struktur organisasi berjenjang, namun proses komunikasi antara bawahan dengan atasan menyalahi prosedur. Dalam kasus ini, Citra sebagai Kepala Departemen selalu melapor kepada Direktur Utama ketika akan meminta hal-hal penting tertentu, padahal seharusnya Citra bertanggung jawab langsung kepada Wakil Direktur Surya sebagai atasannya.

    Mengapa bisa terjadi seperti itu?
    Kemungkinannya, birokrasi (prosedur) struktur organisasi yang tidak jelas, lemah—tidak mengikat personel untuk wajib melaksanakan sesuai aturan, pola sikap senior yang tidak menghargai junior meskipun junior merupakan atasannya, atau style managemen yang tidak tegas dan bijak. Jika demikian, perubahan atau solusi yang dapat dilakukan adalah:
    ü  Wakil Direktur Surya melakukan komunikasi dengan Direktur Utama Irawan, untuk membicarakan segala permasalahan yang terjadi, untuk memperjelas pelaksanaan peran dan tanggung jawab personel sesuai dengan prosedur struktur organisasi.
    Letak kunci pemegang kendali kesuksesan organisasi adalah pada Direktur Utama, namun Direktur Utama dalam hal ini memiliki style kepemimpinan yang kurang baik. Karena,  Direktur Utama tidak dapat memberikan arahan yang baik kepada Citra agar segala permasalahan yang terjadi pada departemennya dikomunikasikan dengan Wakil Direktur Surya agar menjadi tanggung jawab Surya untuk menyelesaikan permasalahan sebelum meminta bantuan kepada Direktur Utama. Jika berkali-kali Citra langsung berkomunikasi dengan Direktur Utama, artinya Direktur Utama menanggapinya? Bukankah seharusnya Direktur Utama tidak berwenang untuk memegang kendali departemen? Dengan demikian, Direktur Irawan harus lebih tegas dan menyampaikan kebijakan struktur organisasional dengan jelas dan tegas, jika memang tetap menggunakan struktur organisasi berjenjang.

    ü  Jika Kepala Departemen langsung berhubungan dengan Direktur Utama, lalu bagaimana dengan fungsi Wakil Direktur? Ini adalah bentuk pelaksanaan komunikasi bisnis yang tidak efisien, dengan mengalihkan peran dan tanggung jawab Wakil Direktur kepada Direktur Utama.

    ü  Memperbaiki filosofi (nilai-nilai) yang dijunjung oleh segenap personel perusahaan, untuk memiliki pola pikir dan perilaku yang saling menghargai antar personel organisasi tanpa memiliki rasa ego senioritas. Karena ego senioritas akan menjadikan personel lebih mementingkan kepentingan pribadinya, dengan keberlangsungan proses komunikasi organisasi yang terabaikan. Karena komunikasi bisnis dalam organisasi memegang peranan yang vital dalam pencapaian kesuksesan organisasi secara menyeluruh.

              Kebijakan penggajian yang tidak jelas. Di sini, Surya sebagai Wakil Direktur perusahaan mendapatkan gaji yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Kepala Departemen bawahannya dan juga lebih rendah dari Wakil Direktur Slamet yang posisinya sejajar dengan Surya, bahkan departemen yang dipimpin Surya menghasilkan lebih banyak uang daripada departemen yang dipimpin Slamet. Terdapat indikasi bahwa gaji yang dibayarkan kepada personel didasarkan pada senioritas ?
    ü  Dalam rangka memotivasi personel agar bekerja secara professional, Direktur Utama sebagai pemegang kendali perusahaan sebaiknya mengkaji ulang aturan penggajian, dasar yang objektif adalah berdasarkan kebijakan gaji pokok dari masing-masing fungsi (jabatan) kemudian memberikan gaji tunjangan kepada senior dan insentif lain kepada personel yang berprestasi. Karena jika gaji yang diberikan menurut senioritas sangat tidak fair, karena Wakil Direktur Surya sebagai junior mengemban tanggung jawab yang lebih besar daripada Kepala Departemen yang ada dibawahinya. Struktur Organisasi berjenjang seharusnya juga menerapkan aturan penggajian (pokok) yang berjenjang pula, dengan tambahan (insentif) menurut prestasi divisi untuk memacu peningkatan kinerja. Ditambah lagi adanya fakta bahwa dua departemen yang dipimpin Surya menghasilkan uang lebih banyak, seharusnya Surya mendapatkan remunerasi yang setimpal dengan prestasi departemennya. Namun yang menjadi permasalahan juga, kesuksesan departemen yang dipimpin Surya memang tercapai karena peran serta Surya atau memang prestasi Kepala Departemen? Kalau memang Kepala Departemen lebih cakap dari Surya, mengapa tidak diberikan promosi jabatan? Nah, ini juga ketidakjelasan. Sehingga, Direktur Utama harus memberikan ketentuan promosi jaatan berikut aturan penggajian secara lebih jelas, ojektif, dan professional.

    ü  Pemberian gaji dengan demikian sebaiknya ditentukan berdasarkan fungsi dan tanggung jawab, serta loyalitas dan prestasi yang diberikan personel kepada perusahaan. Dengan prosedur bekerja yang sejalan dengan aturan. Sehingga tidak ada departemen yang mengklaim dirinya berprestasi tanpa dukungan dan peran serta Wakil Direktur yang membawahinya. Karena proses bisnis yang baik dalam struktur organisasi ini didukung oleh kerjasama dan komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan dari setiap lini.

            Ketidakjelasan fungsi dan tanggung jawab divisional. Apakah masing-masing departemen mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pusat pertanggungjawaban yang berbeda?
    ü  Dengan mengetahui fungsi dari setiap departemen sebagai pusat pertanggungjawaban—apakah pusat pendapatan, biaya, investasi, atau laba, akan memberikan kejelasan mengenai ukuran kinerja setiap departemen. Sehingga pencapaian kinerja menurut indikator masing-masing memberikan dasar yang objektif dalam menentukan gaji insentif (atau bonus) kepada masing-masing divisi.
    ü  Karena pembagian tugas dan fungsi departemen dalam struktur organisasi perusahaan Suyanto tidak terlalu banyak dan kompleks, sehingga penerapan struktur organisasi berjenjang masih layak, dan tidak bermasalah jika tidak menerapkan struktur organisasi flatter (komunikasi lintas divisi).
      

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © FBM ENTREPRENEUR - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -